Tips Meraih Hidup Sukses

May 8, 2012 at 8:25 pm | Posted in Pedoman Hidup | Leave a comment

Oleh Imam Nur Suharno

Setiap manusia mendambakan hidup sukses. Hidup mapan tidak akan datang tiba-tiba. Tetapi, melalui proses panjang sebagai upaya mencapai tingkat hidup lebih baik dan mampu menciptakan suasana penuh damai, tenang, bahagia, menepis kegalauan, dan bayangan buruk dalam kehidupan.

Islam telah memberikan tuntunan dalam upaya meraih kesuksesan hidup tersebut. Pertama, dengan beriman dan beramal saleh. Allah SWT berfirman, Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS An-Nahl [16]: 97).

Kedua, ridha terhadap takdir Allah. Kesuksesan dapat diraih oleh mereka yang beriman kepada Allah SWT. Sedangkan, meyakini ketentuan dan kekuasaan (qadha dan qadar) Allah adalah bagian dari iman kepada-Nya. Dan, ridha itu adalah bagian dari iman pada qadha dan qadar-Nya.

Oleh karena itu, manusia wajib berhati-hati terhadap buaian angan dan dampak buruk yang ditimbulkan. Dan, jika ia berkeluh kesah dengan ketentuan-Nya, pasti akan celaka. Sabda Nabi SAW, Sesungguhnya Allah berfirman; ‘Barangsiapa yang tidak ridha dengan qadha dan qadar-Ku dan tidak sabar terhadap bencana yang Aku timpakan atasnya, maka sebaiknya ia mencari tuhan selain Aku. (HR Thabrani).

Ketiga, tawakal kepada Allah SWT. Maka itu, seorang Mukmin tidak boleh terlena oleh segala macam angan-angan dan bujuk rayu dunia. Ia harus yakin kepada Allah SWT dan berharap anugerah-Nya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)-nya. (QS At-Thalaq [65]: 3).

Keempat, selalu mengingat Allah SWT. Mereka yang senantiasa mengingat Allah, niscaya hatinya akan terasa damai, dan lebih dari itu hidupnya akan lebih baik, serta keresahan dan guncangan dalam hatinya akan terempaskan karena adanya cahaya Ilahi. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik. (QS Ar-Ra’du [13]: 28-29).

Kelima, menyusun perencanaan ke depan. Yaitu, dengan memberikan perhatian terhadap pekerjaan hari ini dan tidak berlarut dalam keluh kesah dengan kenyataan masa lalu. Oleh karena itu, Nabi SAW selalu memohon perlindungan dari sifat keluh kesah.

Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keluh dan kesah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat tak berdaya dan malas. Aku berlindung kepada-Mu dari sifat pengecut dan kikir, dan aku berlindung kepada-Mu dari banyaknya utang dan penindasan orang lain. (HR Bukhari).

Setiap Muslim yang ingin hidup sukses, hendaknya selalu menanamkan paradigma berpikir sukses sehingga dapat meraih kesuksesan di dunia dan akhirat kelak. Amin. Wa Allahu A’lam.

Benarkah Wanita Mandiri dan Mapan Kesulitan Mencari Pasangan ?

April 10, 2011 at 7:16 pm | Posted in Pedoman Hidup | Leave a comment

Benarkah Wanita mandiri  dan mapan secara finansial  kesulitan dalam hal  mencari  pasangan ?

Pertanyaan ini begitu  menyita perhatian saya  ketika ada  seorang   teman lama saya yang bertanya mengapa hingga saat  ini  begitu banyak teman wanita kami yang lain yang belum juga  menikah ?

Padahal dari segi  usia  sudah tergolong  dewasa, malah hampir tua ( hahaha).

Apakah fisik juga  menentukan hingga wanita mandiri dan mapan sulit mendapatkan pasangan?

Saya kira jawaban dari pertanyaan ini terlalu naif dan tidak berdasar,kepribadian seorang wanita adalah salah satu  hal yang penting yang dapat  membuat pria jatuh hati.

Apakah karena tidak ada pria yang mendekati ?

Ah ..saya rasa tidak mungkin,lelaki manapun pasti akan senang   jika melihat  wanita mapan dan mandiri berktifitas dan menunjukkan kemampuan dirinya.Apalagi ditambah dengan penampilan dan wawasannya yang luas.

Apakah Si wanita yang terlalu memilih  hingga tak lagi ada pilihan ?

Kalau yang ini sih kembali pada si wanitanya,jika menginginkan pasangan hidupnya  adalah orang yang sepadan dengannya,baik dalam hal finansial maupun sama tingkat kemapanannya   yah harus  bersabar hingga tercapai seperti apa yang diinginkan. Soalnya tidak  semua laki-laki mampu  secara finansial,ini kembali  kepada rejeki masing – masing individu yang sudah digariskan oleh Yang Maha kuasa.

Jodoh ditangan Allah, kriteria dan ciri-ciri pasangan yang kita inginkan itu adalah bagian dari harapan dan cita-cita.Jika memilih  jodoh hanya berdasarkan fisik dan materi tentu itu hanya hal-hal yang bersifat duniawi saja,sedangkan tujuan dari sebuah pernikahan adalah orientasinya pasti dunia akhirat.

Wanita mandiri dan mapan adalah  manusia  biasa yang juga menginginkan kehidupan yang baik dan masa depan yang  indah.

Banyak hal yang menyebabkan mengapa kita belum juga bertemu dengan pasangan, yang pasti Allah yang Maha mengatur  segalanya.

Kita boleh bercita-cita Allah  jualah penentunya.

 

KEBAHAGIAAN MENURUT PANDANGAN ISLAM

February 19, 2011 at 9:53 pm | Posted in Pedoman Hidup | Leave a comment
Tags:

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Kebahagiaan suatu hal yang senantiasa dicari oleh setiap insan di dunia. Sebab dengan bahagia itu manusia dapat mencapai kepuasan batin yang tertinggi. Karena itulah setiap manusia selalu berjuang dan berusaha semaksimal mungkin untuk memperoleh kebahagiaan yang sejati.

Namun dalam kehidupan ini ternyata banyak orang yang gagal dalam usahanya memperoleh kebahagiaan, sehingga mereka sering mengalami berbagai penderitaan yang dahsyat dalam hidupnya. Kenyataan seperti itu sungguh banyak kita saksikan dalam kehidupan masyarakat, orang-orang yang menderita tekanan batin, terkena stres, putus asa, gila bahkan ada yang bunuh diri.

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Sebenarnya orang-orang yang merasa gagal dalam memperoleh kebahagiaan sejati dalam hidup ini disebabkan antara lain oleh :

Pertama, mereka mengukur kebahagiaan hanya dengan materi.

Jadi menurutnya orang bisa mencapai bahagia bila sudah memiliki banyak harta benda, simpanan uang, rumah yang mewah, mobil yang bagus atau tanah yang luas. Jika belum mendapatkan semua itu maka belumlah dikatakan bahagia.

Seseorang yang punya anggapan demikian, akan senantiasa menilai segala sesuatu dengan ukuran materi semata. Karena itu ia bekerja dan berusaha dalam hidupnya hanyalah semata-mata mencari kekayaan materi semata. Karena itu ia bekerja dan berusaha dalam hidupnya hanyalah semata-mata mencari kekayaan materi, tanpa memperhatikan kebutuhan atau kekayaan rohani. Akhirnya selama hidupnya ia hanya diperhamba oleh materi dan harta benda (abdul-maal). Padahal rohani (jiwa) merupakan faktor yang sangat penting dalam menempuh kebahagiaan hidup yang sejati. Rohani kita juga perlu dipenuhi kebutuhannya.

Orang yang telah diperhamba oleh materi, ia terkadang menganggap remeh terhadap urusan agama atau terhadap hal-hal yang bersifat ukhrawi. Segala kegiatan ibadah yang wajib maupun yang sunnah baginya tidak membawa keberuntungan, bahkan bisa merampas waktunya untuk bisa lebih banyak mendapatkan harta. Ia menganggap remeh terhadap segala sesuatu yang dianjurkan dan diajarkan oleh agama, sehingga baginya tidak peduli pekerjaan itu halal atau haram yang penting bisa mendatangkan materi. Bahkan ia tega merampas hak kaum lemah serta menindasnya demi kepentingan materi.

Suatu saat perbuatan yang demikian itu akan membawa kepada penderitaan dan kehancuran hidup. Sebab harta yang tidak diridhai oleh Allah disamping tidak akan memberi kepuasan hidup juga akan membakar hawa nafsu. Pada akhirnya semua itu akan menimbulkan keresahan dalam hati, oleh karena harta itu bersifat panas. Belum lagi bila perbuatan yang menghalalkan segala cara itu diketahui pihak berwajib atau diadili oleh masyarakat, tentu akan lebih dahsyat lagi peneritaannya. Sehingga kehidupan yang serba materi ternyata tidak akan dapat memberi kepuasan dan kebahagiaan yang hakiki.

Oleh karena itu Islam senantiasa membimbing kepada umatnya, bila mereka ingin meraih kebahagiaan hidup yang sejati, hendaklah tidak menjadikan harta (materi) sebagai urusan segala-galanya dan menjadi tujuan hidup. Tujuan yang sebenarnya adalah mengabdi kepada Allah, ukurannya adalah taqwa, buahnya adalah kebahagiaan hakiki.

Maka salah satu ciri orang bertaqwa ialah mereka yang mampu menjaga keseimbangannya antara kekayaan rohani dan kekayaan jasmani (materi), tidak diperhamba oleh materi serta mampu memimpin kekayaan dunia untuk lebih memperdalam pengabdiannya kepada Allah SWT. Yakni mengabdi dalam arti luas. Dalam hal harta Allah SWT berfirman :

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan”. (Q.S. Al-Kahfi/18:46).

Kaum Muslimin Rahimakumullah

Penyebab kedua, yang menjadikan orang gagal mencapai kebahagiaan ialah karena ia mengukur kebahagiaan hidup ini dengan nafsu. Khususnya nafsu syahwat.

Menurut anggapannya, untuk mencapai kepuasan dan kebahagiaan adalah bila telah terpenuhi segala kepuasan nafsunya. Orang-orang yang berpandangan demikian, akan selalu bekerja dan berusaha hanyalah untuk memenuhi kepuasan nafsu semata. Ia tak mau tahu dengan nasehat agama, bahkan tak peduli dengan berbagai peringatan dan ancaman Allah SWT.

Oleh karena itu dalam usahanya untuk memperoleh kepuasan nafsu, mereka kadang menggunakan jalan-jalan yang terlarang, bahkan mereka berani melakukan tindak kejahatan. Mereka hidup berfoya-foya, menghabiskan waktu dari satu diskotik ke diskoteik lain, dari satu bar ke bar lainnya, dari satu wanita ke wanita yang lain dan berbagai tempat-tempat hiburan yang bersifat glamour dan hura-hura.

Namun apa yang mereka lakukan itu ternyata tidak pernah menemukan kepuasan dan kebahagiaan, kalaupun sepintas ia merasa menemukannya tetapi itu hanyalah semu dan sesat kemudian sirna kembali, tidak langgeng dan mendalam sampai ke lubuk hati. Bahkan semakin ia kejar kepuasan tersebut akan terasa semakin banyak pula kepuasan yang belum ia raih. Ia seperti mengejar bayang-bayang yang tak pernah kesampaian.

Untuk itu Islam senantiasa memberi peringatan kepada kita agar tidak menjadikan nafsu sebagai ukuran dalam menentukan kebahagiaan hidup. Bahkan kita harus waspada terhadap nafsu, karena nafsu selalu cenderung menggiring kita untuk melakukan perbuatan yang buruk. Nafsu memang ada manfaatnya bagi kita bilamana dikendalikan dengan baik, antara lain bisa memberi semangat kerja serta semangat untuk beramal yang positif. Tetapi bila tak terkendali maka nafsu itu akan menyeret kita kepada perbuatan yang buruk.

Karena itu hendaklah kita kendalikan nafsu dengan baik, kita bimbing dengan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, serta senantiasa kita waspadai bahaya laten nafsu yang tak mungkin bisa kita hilangkan itu. Insya Allah dengan demikian kepuasan dan kebahagiaan hidup yang hakiki dapat kita peroleh.

Dalam hal nafsu Allah SWT berfirman :

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku”. (Q.S. Yusuf/12 : 53).

Kaum Muslim Rahimakumullah

Penyebab ketiga yang menjadikan gagalnya seseorang dalam mencapai kebahagiaan ialah karena tidak punya pegangan hidup atau salah dalam memilih pegangan hidup.

Seseorang yang tidak mempunyai pegangan hidup ia akan sulit mencapai kebahagiaan ialah karena tidak punya pegangan hidup atau salah dalam memilih pegangan hidup.

Seseorang yang tidak mempunyai pegangan hidup, ia akan sulit mencapai kebahagiaan yang hakiki, sebab ia tidak punya tujuan hidup yang jelas. Demikian pula orang yang salah dalam memilih jalan hidupnya, ia akan terjebak ke dalam perjalanan hidup yang tak tentu arahnya dan mengejar kebahagiaan yang semu (fatamorgana). Akhirnya secara tak sadar ia akan terjerumus ke lembah kesengsaraan yang abadi.

Salah satu syarat untuk mencapai kebahagiaan hakiki, seseorang harus mempunyai pegangan hidup yang jelas dan benar. Sebab dengan pegangan hidup yang jelas dan benar, maka akan jelas pulalah tujuan hidup kita di dunia ini. Pegangan hidup yang benar merupakan modal dasar untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki dan abadi.

Karena itu hendaklah dalam hidup ini kita mempunyai pegangan hidup yang jelas dan benar, serta senantiasa memperkokoh pegangan hidup tersebut jangan sampai terguncang oleh godaan-godaan yang ada di dunia ini. Allah SWT telah mengajarkan kepada kita untuk selalu berpegang pada pedoman Al Qur’an dan Sunnah RasulNya.

Al Qur’an adalah Hudallinnas (petunjuk buat sekalian manusia) yang di dalamnya berisi pokok-pokok ajaran tentang berbagai bidang kehidupan. Ajaran filsafat, hukum, ekonomi, sosial bahkan politik dan teknologi. Sedangkan Sunnah Rasulullah adalah penjelasan dari pokok-pokok ajaran tersebut agar kita dapat secara praktis mengikutinya. Siapa yang berpegangan pada keduanya di jamin akan mendapat kebahagiaan hidup yang sejati dan abadi dan tidak akan sesat selama-lamanya.

Dalam hal pegangan hidup, Allah SWT berfirman :

“Barang siapa berpegang teguh dengan (agama) Allah, mala sesungguhnhya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus”. (QS. Ali Imran/3 : 101).

Kaum muslimin Rahimakumullah

Dari uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa : Pertama kebahagiaan menurut Islam adalah kebahagiaan yang didasarkan kepada tuntunan Al Qur’an dan Sunnah Nabi, kedua dengan tuntunan tersebut Islam menjamin kepada pemeluknya akan kebahagiaan yang hakiki.

Sebagai penutup marilah kita bimbing jiwa kita ini dengan Al Qur’an dan Sunnah Nabi, agar kebahagiaan hidup sejati yang kita cari akan dapat kita peroleh. Semoga Allah SWT memberkahi perjalanan hidup kita hingga akahir nanti.

Kata Pengantar

February 16, 2011 at 2:28 pm | Posted in Uncategorized | Leave a comment

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pembaca yang budiman,

Blog ini sebagai wahana untuk knowledge sharing dan saling melengkapi dan saling menasehati  di antara kita yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi di dunia maya (internet). Besar harapan adanya flashback, masukan serta kritik membangun dalam rangka pengembangan dan pengayaan content dalam blog kami.

Semoga memberi banyak manfaat.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

 

Next Page »

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.